Kokrse, Komunitas Pekerja Industri Kreatif

Kokrse 1Sebetulnya Kota Semarang termasuk punya segalanya dibanding kota-kota besar Indonesia lainnya. Ada pesisir (pantai dan laut), ada dataran tinggi (bukit dan gunung), punya aset bangunan cagar budaya (bangunan-bangunan peninggalan kolonial, Kota Lama), infrastruktur relatif lengkap dan baik, berada di jalur persimpangan kota-kota besar Jawa, punya makanan khas, dan sebagainya.

Tanggapan tersebut merupakan komentar dari Errik Irwan Wibowo, seorang anggota Kokrse (Komunitas Kreatif Semarang) di Discussion Board dengan topik “Apa yang bisa kita lakukan untuk Semarang?” di Facebook Groups “Komunitas Kreatif Semarang”. Lebih lanjut Errik mengatakan, Semarang sebagai kota besar justru tenggelam, dan tidak dianggap.

“Jika ada konser tur kota-kota besar, Semarang sering hanya dilewati. Selain itu, tidak ada gaung kreativitas yang mencuat ke tingkatan nasional, belum lagi tingkat internasional. Nah, pertanyaannya: Why? Dari situ muncul identifikasi permasalahan, kemudian pemetaan, yang kemudian akan berguna untuk penyusunan strategi dan taktik-taktik. Tapi memang kota kreatif selalu bersendi pada manusia-manusia kreatif,” pungkas Errik.

Komentar lain dalam topik yang sama dilontakan Hudhany Oky, menurutnya Semarang perlu sebuah tempat yg bisa jadi jujugan wisata. “Gak perlu tempat wisata, cukup pasar saja yang menjual industri kerajinan khas Semarang aku pikir cukup. Contoh saja Solo dengan pasar Klewernya, terus ada PGS (Pusat Grosir Solo – red), Yogya ada Beringharjo, Kudus ada pasar Kliwon, dan seterusnya,” jelas Oky.

Pendapat tak kalah menariknya muncul dari Johanis Adityawan, mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) Udinus yang juga admint Kokrse ini berpendapat, menurutnya industri kreatif itu berkembang seiring majunya wisata suatu kota. “Jadi dari keduanya itu, kalau bisa seimbang dan saling melengkapi,” tulisnya.

Begitulah salah satu diskusi yang muncul di Kokrse. Para anggota bisa mengungkapkan pendapat dan ide-idenya untuk dibahas bersama, tentu temanya tidak jauh dari tema kreatifitas dan Semarang. Sebagai komunitas yang berbasic di facebook, interaksi anggotanya lebih banyak dilakukan di dunia maya. Namun tentu tidak mengurangi keinginan untuk ikut serta memajukan Kota Semarang dengan industri kreatif.

Keinginan besar tersebut, tampak dari komentar-komentar yang muncul di Facebook Group Wall Posts “Kokrse”. Nor Abu Amru Ardani misalnya menulis, agar Semarang makin bersinar dengan kreatifitas. Bahkan banyak komentar lain yang ingin langsung membuat acara kreatif yang nyata. “Yok bikin acara yang kreatip! tak tunggu kabare. . .” atau “Ayo bikin kreativitas lagi, butuh pencerahan dari rutinitas monoton”.

Kokrse yang baru terbentuk beberapa waktu yang lalu, tepatnya tanggal 24 September 2009, telah memiliki ratusan anggota, setiap saat anggota Kokrse bisa bertambah. Tentu harapan untuk mewujudkan kegiatan-kegiatan kreatif di Semarang semakin membuncah. Jika Anda ingin bergabung, cukup cari “Komunitas Kreatif Semarang” dari facebook Anda. Tentu partisipasi masing-masing anggota untuk kegiatan nyata sangat diperlukan, sehingga Kokrse benar-benar menjadi tempat berkumpul para pekerja kreatif untuk Semarang lebih indah.

2 Responses

  1. mantabs… aku juga ikutan partisipasi donk di dunia kreatif kota semarang

  2. sayasering membaca tablois simpang 5,walaupun hanyadari perpustakaan di daerah .isinyacukup menggelitik.jadi tahu apa saja yang belum diketahui tentang semarang.misalnya makanankhasnya.juga ada informasi iklannya yang bisamenunjang kegiatan bisnis.
    bravo,simpang 5

    hormat saya

    R.M.ismunandar C

Leave a Reply