KFS is not just photography, but friendship. Itulah motto yang dipegang teguh anggota Komunitas Fotografer Semarang (KFS). Sebagai komunitas pecinta seni fotografi di Semarang, para anggotanya tak mengenal pembeda-pembeda yang membuat terkotak-kotak, tidak ada beda status sosial, merk camera, tidak ada pembeda dari club manapun, antara senior dan junior, tidak asal daerah, dan profesional atau amatir.
Klub foto yang kini anggotanya mencapai 1400 orang ini terbuka menerima semua kalangan. Joko Nuswantoro, Ketua KFS mengatakan di dalam klubnya tidak ada ikatan yang membelenggu. “Mereka bebas dan sukarela untuk bergabung maupun mengundurkan diri,” katanya. Yang dibutuhkan sebagai persyaratan hanya mempunyai semangat dan komitmen yang sama dalam fotografi, kebersamaan, pertemanan bahkan persaudaraan dengan sesama, lingkungan dan alam.
Joko menceritakan KFS semula berawal dari copy darat temen-temen member fotografer.net di Semarang pada tahun 2006. Dari kumpul-kumpul tersebut, mereka sepakat berkomunikasi lewat milis. “Dulu nama yang dipakai adalah FN Semarang, kemudian tahun 2007 resmi menjadi Komunitas Fotografer Semarang,” ujar Joko.
Hingga pertengahan 2008 jumlah member aktif KFS hanya sekitar 100 orang saja. Namun sejak adanya website www.kfsemarang.com sebagai wadah bertukar informasi berbagai kegiatan fotografi sekaligus galeri foto, anggota terus bertambah hingga hampir mencapai 1400 orang. Menurut Joko, mereka sebagian besar dari Semarang dan kota-kota sekitar. Namun ada juga yang dari Singapura, Beijing, New Jersey, hingga Abu Dhabi. ”Bagi orang yang pernah tinggal di Semarang, melihat aktivitas website ini seolah seperti pulang kampung,” katanya.
Di website KFS, ada juga forum diskusi, untuk tanya jawab mengenai peralatan tertentu. Juga dilengkapi forum jual beli, dimana member bisa melakukan penawaran dan pencarian barang-barang yang berhubungan dengan fotografi. Saat ini forum ini masih merupakan bagian yang paling diminati para member.
Kegiatan anggota KFS beraneka ragam. Mulai Pameran Foto bersama, Workshop Fotografi, bulan Oktober ini mengundang pakar infra red dari Bandung, Dibyo Gahari. Kemudian juga Hunting bersama ke Rawapening. Lomba Foto internal tiap tiga bulan. Selain yang berhubungan dengan fotografi, komunitas ini juga punya kegiatan umum seperti KFS Peduli, berupa kunjungan ke Panti Asuhan, Panti Jompo. Dan kegiatan keakraban seperti Halal Bihalal.
Humas KFS Rahman Hakim menambahkan hunting foto terbagi dalam hunting besar dan kecil. ”Hunting besar digelar setahun sekali karena selain tempatnya jauh, juga memakan biaya yang cukup besar, sehingga member yang mau ikut serta diharapkan bisa menabung dulu,” jelasnya. Daerah yang sudah dikunjungi antara lain Bromo, Tanjung Papuma, di Jawa Timur dan Kawah Putih di Bandung, serta Pangandaran. Untuk Hunting Kecil, dilaksanakan seputaran Jawa Tengah dan Yogyakata,
Uniknya, member komunitas ini tidak diwajibkan iuran. Sebab ada tim sendiri yang menggali dana dengan bantuan sponsor dan pihak terkait yang peduli pada perkembangan fotografi. ”Dana yang diperoleh dikembalikan ke para anggota dalam bentuk kegiatan-kegiatan fotografi,” ujar Hakim.
Kepengurusan KFS, dipegang oleh member yang aktif dan dipilih melalui polling. Tentusaja dibutuhkan sukarelawan karena sifat organisasi yang non-profit. ”Menjadi member KFS cukup mudah, tinggal melakukan pendaftaran via website dan isi data diri dengan lengkap,” katanya.
Untuk mendapat ID card KFS, cukup mengupload copy kartu identitas dan aktif mengikuti kegiatan. Dengan menunjukkan kartu ini akan mendapatkan harga khusus atau agen di hampir semua tempat lab cetak foto di Semarang. Juga untuk pembelian kamera beserta aksesorisnya di Toko Kamera ternama di Semarang.
Filed under: KOMUNITAS
cari color print pack,DPP-F series, size4*6inch 10*15 cm untuk sony cybershoot, disemarang. minta tolong.
Team Organisation KFSemarang,
Kapan ada kursus atau penataran atau sharing technikal atau semacam2 itu,mohon undang saya turut bergabung,Salam Sukses