Menjadi bikers tak harus urakan, ugal-ugalan, dan melanggar peraturan lalu lintas. Prinsip tersebut dipegang betul oleh anggota Community Motor Semarang (Cmos). Klub motor ini mengidentikkan diri sebagai bikers yang sopan dan bersolidaritas tinggi. Selain nongkrong dan turing, kegiatan rutin klub ini adalah silaturahmi ke rumah anggota.
Cmos yang berdiri tahun 2006 berawal dari kumpul-kumpul sejumlah siswa STM Pembangunan Semarang. Karena sering nongkrong bareng dengan motor masing-masing, anak-anak tersebut sepakat membentuk klub motor dengan nama Cmos. “Dulu awalnya hanya 10 orang yang sering nongkrong di Jalan Pahlawan. Lalu dari kenal orang-orang baru, banyak yang bergabung,” kata Ketua Cmos, Heri “Kucing” Kasriyanto.
Kini klub tersebut sudah beranggotakan total 45 orang dengan 25 anggota yang aktif. Tak hanya dari STM Pembangunan. Anggotanya juga berasal dari SMA Kesatrian, Undip, Udinus, dan mereka yang sudah bekerja. Salah seorang anggota Cmos bahkan berdomisili di Kendal.
Pendiri Cmos, Trisyandi Aji mengungkapkan klubnya tidak berbasis merek maupun tipe motor tertentu. “Ini klub motor campuran. Apapun motornya boleh bergabung di sini,” kata dia. Klub tersebut mengutamakan kekeluargaan di antara para anggotanya. Yang unik demi mempererat kekeluargaan, sebulan sekali mereka melakukan silaturahmi ke rumah anggota. “Ini seperti arisan. Main ke rumah anggota setiap bulan. Di sana acaranya makan-makan,” kata Aji.
Sekretaris Cmos Ahsan Habib menambahkan agenda tersebut dimanfaatkan juga sebagai ajang perkenalan ke orangtua. “Orang kan tahunya anak klub motor itu negatif. Dengan silaturahmi ini kita meyakinkan orangtua kalau kegiatan kita positif. Ada yang tadinya dilarang orangtuanya nongkrong, kemudian diperbolehkan,” katanya.
Kegiatan lain klub yang mempunyai dua anggota cewek ini adalah futsal bersama. Dan seperti klub-klub lainnya, Cmos juga mengagendakan turing. Sejumlah anggota Cmos ada yang pernah turing ke Bali dan Palembang. “Kalau di dalam provinsi ke Solo dan Tegal. Di sana kita silaturahmi ke klub-klub lainnya,” timpal Gilang Aditya, anggota Cmos.
Ada syarat khusus untuk bisa masuk anggota Cmos. Setiap akan masuk, calon anggota baru di-ospek. Yaitu harus sanggup turing hingga 300 km dan dites pengetahuannya tentang sepeda motor. Solidaritas anggota Cmos cukup tinggi. Pernah ada anggota klub dari Bandung motornya rusak saat turing ke Semarang. Karena rasa solidaritas, anggota Cmos meminjamkan motor agar dia bisa pulang ke Bandung.
Filed under: KOMUNITAS, OTOMOTIF | Tagged: bikers, Cmos, klub motor, STM Pembangunan
salam bikers. .
gmn kbr ank2 semarang
mhon maaf lahir batin yawh