Plantera Fruit Paradise, Wisata Buah di Dekat Semarang

Masyarakat Semarang tak perlu jauh-jauh lagi untuk menikmati wisata buah. Sekitar 40 km dari kota Loenpia ini, Anda bisa menikmati hamparan luas kebun buah dengan panorama yang mempesona di Plantera Fruit Paradise. Berbagai buah unggulan seperti durian montong, lengkeng itoh, buah naga red dragon, sirkaya grand anona, rambutan binjai dan rapiah, dan jambu citra bisa Anda liat dari dekat. Jika Anda berminat, bisa membeli dan menikmatinya di tengah perkebunan yang terletak di Kabupaten Kendal tersebut.

Namun, tentu setiap buah memiliki musim sendiri, bisa jadi ketika Anda berkunjung, beberapa buah tidak bisa dijumpai karena belum musimnya. Namun jangan kuatir, karena wisata buah yang terletak di jalan antara Pasar Boja – Curuk Sewu tersebut dikelola secara modern. Ada banyak fasilitas lain yang akan membuat Anda merasa nyaman berada di tempat yang luasnya ratusan hektar tersebut. Desain perkebunan serta sarana penunjang sangat membantu Anda untuk menikmati perjalanan suasana.

Untuk berkeliling Plantera ada tiga program wisata yang bisa Anda pilih, yaitu Fruit Tour, Fruit Safari, dan Fruit Paraise. Masing-masih program memiliki keunggulan tersendiri, Anda tentu bisa memilih sesuai yang Anda inginkan. Setelah Anda berkeliling, untuk bersantai dan menikmati makanan juga disediakan Plantera Resto ‘n Shop. Di tempat tersebut Anda juga bisa berbelanja buah yang telah dikemas.

Sebelum menjadi kawasan wisata buah, Plantera merupakan perkebunan cengkeh. Sekitar tahun 2000 pengelola perkebunan berinisiatif untuk mencoba budidaya buah. “Semua buah yang kami budidayakan merupakan bibit unggul, hampir semua bibit kita import dari luar negeri. Budidaya buah tersebut mulai menampakkan hasil pada tahun 2003, hasil buah yang berlimpah tersebut kami distribusikan ke supermarket-supermaket,” ungkap Lusika Yuliana, Manajer Agrowisata Plantera saat ditemui di kantornya.

Keberhasilan budidaya buah tersebut, kemudian menarik banyak orang untuk mengunjunginya. Banyak permintaan dari instansi atau pun kelompok masyarakat untuk melihat secara langsung. Dari situlah kemudian muncul ide untuk menjadikan kawasan perkebunan buah tersebut sebagai tempat wisata buah terlengkap, pertama dan satu-satunya di Indonesia.

“Tahun 2007/2008 kami berpikir untuk menjadikan perkebunan buah tersebut sebagai Agrowisata. Kemudian kami membuat divisi khusus Agrowisata yang mengelola wisata di Plantera. Dua bangunan baru dan jalan untuk armada wisata di perkebunan pun kami bangun untuk meningkatkan prasana wisata,” tambah Lusika.

Di luar dugaan Agrowisata tersebut disambut antusias oleh masyarakat. Target kunjungan pun jauh melampaui yang telah ditetapkan pihak pengelola. “Untuk hari libur dan akhir pekan bisa mencapai 500-an pengunjung yang datang. Ini jauh di atas target kami yang hanya 100 orang perhari,” jelas Lusika.

Leave a Reply