Hanya duduk di bangku kuliah dan berkutat dengan teori pastinya tak akan membuahkan pengalaman yang berharga. Maka sebagian mahasiswa memilih kuliah sambil bekerja. Tujuannya untuk menambah gambaran, wawasan, maupun pengalaman dunia kerja sebenarnya. Jika belum bisa mendapat pekerjaan sebenarnya, magang di perusahaan dapat dijadikan batu loncatan menuju dunia kerja sesungguhnya. Kuliah sambil bekeja itu mengasyikkan. Tak percaya? Tanya saja pada dua mahasiswa ini.
Sudah hampir 2 bulan ini Nadya Yulianti magang menjadi Public Relation (PR) Entertainment Plaza (EP), sebuah tempat hiburan di Semarang. Mahasiswi jurusan Komunikasi Undip angkatan 2004 ini magang dalam rangka memenuhi persyaratan Kuliah Kerja Praktek (KP) di tempat kuliahnya. “Dari dulu aku memang tertarik ke bidang PR, sesuai mata kuliah yang aku ambil ini,” katanya.
Gadis manis ini mengaku mendapatkan banyak manfaat dari aktivitas magangnya tersebut. Dia mengaku belajar banyak bagaimana menjalin networking, berkomunikasi dengan banyak orang, hingga membuat promosi. “Membangun networking tidak hanya dengan pengunjung, tapi juga dengan wartawan dan klien,” ujarnya.
Nadya juga kebagian tugas membuat press release even, in charge pada saat tempatnya magang mempunyai acara, dokumentasi, dan menggandeng sponsor. Khusus untuk promosi dia juga menggunakan media online. Mengaktifkan facebook dianggapnya cukup efektif untuk berpromosi. “Setiap ada acara, aku promosikan di facebook. Hasilnya hanya dalam 2 minggu, aku mendapat respon dari 1000 pengunjung,” jelasnya.
Karena enjoy, Nadya menyatakan tak masalah walaupun tak mendapat bayaran dari kerja magangnya. Baginya, pengalaman dan jaringan yang didapat jauh lebih berharga sebagai bekalnya kelak. “Aku banyak mendapat ilmu baru disini. Untuk kerja ke depan belum tahu, yang penting lulus dulu,” kata dia.
Kuliah sambil magang juga dijalani oleh Rizal Zulmi. Mahasiswi jurusan Ekonomi Pembangunan Undip angkatan 2006 tersebut kini malah menjadi fotografer freelance di majalah remaja Olga. “Tadinya Cuma magang satu bulan. Kini malah keterusan dan menjadi freelance selama 5 bulan,” terangnya.
Rizal sebenarnya tergolong baru menekuni hobi memotretnya. Ingin menyalurkan hobinya lebih dalam, dia mencoba untuk melamar magang menjadi fotografer di majalah khusus cewek tersebut dan diterima. “Tugasnya memotret even-even yang diliput dan koleksi baju untuk rubric fashion,” kata cowok kurus ini.
Dari tujuan awal mengisi waktu luang, menambah teman, dan pengalaman, dia malah direkrut menjadi fotografer freelance. Kini dia malah mendapat bayaran dari pekerjaannya meskipun jumlahnya tidak banyak.
Sebagai konsekuensi atas nyambinya tersebut, dia harus pintar-pintar membagi waktu antara pekerjaan dan kuliah. Kadang dia mengaku keteteran karena jadwal kuliahnya bertabrakan dengan job yang diterima. “Kadang memang terpaksa bolos kuliah, asalkan jangan sering-sering,” kata dia.
Filed under: GAYA HIDUP