Bisnis Wedding Organizer Modalnya Kepercayaan

Selain pernikahan bergaya internasional, jasa Wedding Organizer (WO) kini juga kerap dimanfaatkan di pernikahan tradisional. Meski pembentukan panitia keluarga lazim dilakukan di traditional wedding, namun bisnis WO tradisional tetaplah prospektif.

Hal ini diyakini benar oleh Rumiyati, pemilik sekaligus pengelola Rumiyati Wedding Organizer. Wanita yang akrab disapa Bu Rum ini mengatakan, orang Jawa sekarang sudah maju. Maka, jasa WO pun akan tetap dipergunakan di pernikahan tradisional. Menurutnya, orang Jawa saat ini juga banyak disibukkan oleh rutinitas pekerjaan. Mereka tak punya cukup waktu untuk mempersiapkan pernikahan sendiri.

“Di celah inilah bisnis WO muncul. Siapa lagi yang bisa mempersiapkan pernikahan, selain orang yang profesional,” kata Rum yang punya tempat usaha sekaligus rumah di daerah Tlogosari Semarang tersebut.

Diakui Rumiyati, ada pihak keluarga yang masih mempertanyakan kehadiran WO untuk mengurus pernikahan. “Mengapa harus pakai WO, kan diurus sendiri bisa? Bisa-bisa malah menambah budget pernikahan?”. Begitu anggapan sebagian orang. Namun dia menjamin, dengan memakai WO, pelaksanaan pernikahan akan menjadi lebih teratur. “Kita mempersiapkan dari A sampai Z sedetail mungkin. Persiapannya bisa berbulan-bulan sebelumnya. Setelah melihat hasilnya, mereka baru menyadari memakai WO memang lebih bagus,” paparnya.

Meski memakai jasa WO, namun menurutnya bukan berarti pihak keluarga tak dilibatkan dalam kepanitiaan. Sebab inti WO adalah memenuhi permintaan klien. “Kita menerima konsultasi. Mulai dari konsep, budgeting, penataan acara, menghimpun vendor, hingga pelaksanaannya. Semua didasari permintaan customer,” imbuhnya.

Rumiyati sendiri membentuk WO berawal dari pekerjaannya sebagai MC pernikahan atau pranotocoro. Dia sadar betul, berbisnis di bidang jasa adalah soal kepercayaan. Maka, kualitas layanan menjadi hal yang paling dikedepankan. “Mereka menggunakan jasa kita kan sudah suatu kepercayaan. Jangan sampai ini disalahgunakan,” tuturnya.

Kiat lain yang harus dijaga agar bisnisnya tetap eksis dan banyak dipakai orang adalah kreativitas. Rum mengaku punya tim kreatif tersendiri yang terdiri dari anak-anak muda. “Tim saya inilah yang selalu berusaha memunculkan konsep-konsep baru yang berbeda dan lain daripada yang lain,” katanya.

3 Responses

  1. Slamat siang bu’ Rum..
    Saya ingin sekali mengikuti bisnis yang dijalani oleh ibu..
    tapi sya tidak memiliki basic sama sekali.
    bisakah ibu menuntun saya untuk mempelajari basic bisnis ini??
    Trima kasih sebelumnya..

  2. Bu Rum Yth,

    Saya ingin belajar bisinis WO seperti yang Ibu kerjakan, kadang saya membantu saudara atau tetangga membuat hantaran pengantin atau menata kamar pengantin.

    Saya juga ingin belajar menjadi mc u/ acara adat Jawa maupun Sunda.

    Terima kasih sebelumnya

  3. tapi WO kan tidak harus menginterfensi vendor….

Leave a Reply