Andrew: Bisnis Digital Printing Menjanjikan

Digital printing kini sedang menjadi tren, khususnya untuk kepentingan promosi perusahaan. Nyaris tak ada yang tak dapat dilakukan dengan teknologi ini. Mulai cetak offside, poster, super wide format, hingga cetak di atas media rigid seperti aklirik. Itulah sebabnya bisnis digital printing kini begitu menjanjikan untuk dijalani.

Ini seperti yang dilakukan Printworld. Menurut Direktur Printworld, Andrew Wirawan Tresno Santoso digital printing yang dijalankannya semua dipergunakan untuk keperluan intern sebuah pusat perbelanjaan yang masih satu grup dengan perusahaannya. Lama-kelamaan banyak suplier yang meminta dirinya membuatkan digital printing.

“Kita mulai sekitar tahun 2000. Pelan-pelan karena semakin berkembang, akhirnya kita membuat perusahaan digital printing sendiri,” kata Andrew saat ditemui di kantornya di Jalan Pandanaran 72 Semarang.

Kecanggihan teknologi dikatakannya menjadi salah satu kunci sukses bisnis ini. Update peralatan selalu dilakukan untuk mengikuti perkembangan teknologi dan tuntutan konsumen. “Teknologi menjadi kunci untuk survive,” ucapnya.

Dia mengatakan digital printing bisa menjadi usaha yang booming karena bersifat on demand. Artinya apapun kebutuhan konsumen dapat dipenuhi tanpa minimal order. “Pada teknologi sebelumnya hal ini tentu sulit dipenuhi. Sekarang konsumen mau pesan 1 juga dilayani. Pokoknya on request,” ujarnya. Digital printing juga dikenal lebih efektif dan cepat. Sebab jika memungkinkan, hasilnya pun dapat ditunggu. Tergatung kepada load faktor yang ada.

Kiat sukses lain dalam berbisnis menurut Andrew adalah mengutamakan kualitas dan pelayanan. Dua hal tersebut harus diperbaiki terus. “Meski harga lebih mahal dibanding tempat lain, jika kualitasnya bagus, customer akan percaya dan mempromosikannya pada orang lain,” katanya.

Selain itu, ketepatan deadline dan penanganan terhadap komplain customer menjadi hal lain yang tak bisa dikesampingkan. “Kita selalu berusaha bernegosiasi dengan klien tentang berapa lama waktu yang dilakukan untuk pengerjaan order,” sambung Creative Manager Printworld Roy Suryadi.

Andrew sendiri meenganggap komplain lebih kepada komunikasi dengan customer yang keliru. Maka hal tersebut harus ditangani dengan serius. “Dengan mendengarkan komplain, kita menjadi lebih tahu apa yang diinginkan customer. Bahkan hubungan dengan pelanggan menjadi lebih mesra,” tukasnya.

Leave a Reply