Barang antik tidak selalu unik, tapi tentu saja barang antik yang dikoleksi pastilah unik, setidaknya bagi sang kolektor. Ya, buat apa dikoleksi jika tidak unik. Karena tentu tidak mudah merawat koleksi barang antik. Salah-salah jika barang yang dikoleksi tidak dirawat dengan benar, bisa jadi harganya akan turun tajam karena kerusakan atau hilangnya daya tarik barang tersebut.
Sebagai contoh barang antik yang unik, liat saja barang-barang antik koleksi Windy Hidriyanto. Barang antik koleksi pria yang tinggal di daerah banyumanik ini telah dirawat secara turun temurun. Berupa satu meja makan antik beserta empat kursinya (1 set) dan lemari untuk ruang tamu. Semua koleksi tersebut berumur 150 tahun. Di mana uniknya? Barang yang terbuat dari jati asli itu tanpa sambungan atau dengan kata lain, tidak menggunakan paku untuk menyambung kaki-kaki meja tetapi dengan pasak kayu jati.
“Selain barang-barang tersebut saya juga mengoleksi beberapa keris peninggalan kerajaan Majahit dan Mataram. Keris yang saya koleksi beberapa adalah peninggalan dari pejabat kerajaan di masa itu. Selain itu, saya juga mengoleksi tempat sirih dan gunting yang berusia ratusan tahun yang terbuat dari perak,” papar Windy.
Bagi kolektor barang antik keunikan adalah salah satu yang utama, karena dengan keunikan tersebut, barang antik akan dinilai harganya. Apalagi di masa sekarang ini saat internet sudah menjadi bagian hidup sehari. Barang antik yang dipamerkan di web, akan lebih banyak dilihat oleh kolektor dari luar negeri, sehingga harganya pun bisa tiba-tiba melambung tinggi. “Topeng Bromo saya beli Rp 70ribuan dan bisa nembus harga tertinggi Rp 11 juta,” ungkap firmansyah dengan senyum mengembang.
Menjadi kolektor atau pemburu barang antik tidak selama mudah. Banyak hal yang perlu untuk dipelajari agar barang yang diburu benar-benar barang antik. Jika tidak bisa saja pemburu barang antik malah kena tipu. “Saya sering hampir kena tipu. Barang yang di akui antik ternyata imitasi. Karena itu saya bergabung dengan milis barang antik, selain bisa sharing juga bisa langsung menawarkan ke pembeli atau pun kolektor barang antik,” tandas Firmansyah.
Filed under: Gaya Hidup
