iLik sAs adalah salah satu contoh pengusaha yang memulai bisnisnya dari bawah. Dengan kegigihan dan kerja kerasnya, lelaki yang memiliki hobi membaca dan traveling ini tidak hanya mampu membesarkan bisnis yang dibangunnya, tapi juga mengangkat beberapa wirausahawan baru untuk eksis di bidangnya. Lelaki kelahiran Semarang ini, selalu menekankan pentingnya komunitas dalam berwirausaha.
Karena itu saat diwawancarai Ahmad Munif dari Simpang5, wirausahawan yang juga menjadi pendamping bisnis berkelanjutan ini menyarankan, untuk melihat bagaimana benefit berkumpul dalam sebuah komunitas Jaringan RumahUSAHA (JRU) yang diampunya dengan meng-klik www.rumahusaha.com. Di situs tersebut bisa dilihat bagaimana JRU mengisi harinya melalui komunitas usaha mikro-kecil yang terus bergerak secara dinamis. Berikut kutipan wawancaranya.
Anda telah lama bergerak dalam home industry, bisa ceritakan bagaimana awal mula Anda menekuni usaha Anda?
Menjadi wirausahawan bagi saya sebenarnya telah menjadi sebuah pilihan hidup. Sedari kecil saya sudah bercita-cita menjadi orang yang merdeka. Dorongan inilah yang kemudian menginspirasi saya untuk menjadi seorang yang mandiri. Saya memulai usaha di bidang grafika dengan bermodalkan seperangkat alat sablon pada 1996. Tak lama berselang, saya kemudian memilih mengembangkan diri dengan mendirikan usaha desain grafis yang waktu itu kami masih menjadi pionir di Semarang. Barangkali inilah yang menjadi starting point saya kemudian bisa eksis di ranah wirausaha melalui dunia desain grafis yang kemudian berkembang menjadi sebuah industri grafika terpadu. Kini, selain di jaringan usaha grafika kami juga masuk ke bisnis pendidikan, kuliner, dan event organizer yang mengkhususkan di jaringan dan pengembangan wirausaha.
Bagaimana Anda menghadapi kendala ataupun hambatan dalam perkembangan usaha yang Anda bangun?
Sebenarnya tidak ada kendala atau hambatan yang berarti yang saya alami selama ini. Bukan berarti semuanya berjalan lurus-lurus saja, tetapi semua kendala terserbut saya ubah menjadi sebuah tantangan yang harus dihadapi. Ketika kita harus menghadapi, berarti kita memang harus bergerak, mencari solusi, dan menyelesaikannya. Saya selalu menyelesaikan tantangan tersebut dengan tetap teguh pada hal yang saya yakini dan mengambil posisi tertentu yang strategis untuk masa depan usaha dan komunitas kewirausahaan yang saya dampingi. Intinya, menghadapi kendala ya harus dihadapi dengan bergerak terus mencari pemecahannya. Karena saya yakin di dalam gerakan senantiasa ada kehidupan.
Tentu ada persaingan bisnis yang Anda hadapi, bagaimana Anda menyikapinya?
Saya selalu menyikapi kehadiran kompetitor sebagai kedatangan teman baru. Teman baru inilah yang kemudian pada banyak kasus justru menjadi kolaborasi yang saling sinergis dengan komunitas kewirausahaan yang saya dampingi. Saya selalu berpikir dan bersikap positif dalam menghadapi kompetisi. Saya selalu menekankan pentingnya komunitas, jadi kehadiran teman yang sebisnis dengan kami justru menjadi peluang untuk mengajak mereka menjadi bagian dari komunitas kami, berbagi manfaat dan sinergi yang saling menguntungkan. Di sisi yang lain, saya meyakini Jaringan RumahUSAHA (JRU) bisa mencapai posisinya hari ini karena adanya kompetisi, tanpa kompetisi kami juga tidak akan pernah berkembang dan menjadi seperti saat ini.
Untuk Kota Semarang, bagaimana gambaran perkembangan home industry-nya?
Saya mungkin akan lebih bisa berbicara detil ketika saya berbicara tentang UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah). Hakikatnya sama dengan home industry tetapi memiliki pemaknaan dan persepsi yang berbeda ketika menggunakan frasa home industry. Untuk Semarang, saya bisa katakan kota ini tumbuh dengan cukup baik. Indikator riilnya, semakin banyak wirausaha kuliner yang dibuka, makin banyak penawaran yang tersebar di mana-mana, dan saya menyaksikan sendiri semakin banyak adik-adik mahasiswa yang rela menginvestasikan waktu dan tenaga mereka di ranah kewirausahaan. Di event di mana JRU terlibat di dalamnya, selalu muncul berbagai UMKM baru di Semarang yang tak jarang prospektif untuk memberikan warna bagi dunia bisnis kota ini.
Menurut Anda, seberapa penting peranan UKMK bagi perekonomian masyarakat Semarang?
Merujuk pada data BPS dan Kementerian Koperasi dan UKM RI, saya berani memastikan peranannya sangat besar. Tidak mungkin sektor riil kota ini tetap berjalan hingga hari ini bila tidak ada peranan dari sektor UKMK. Namun sayang, justru peran regulator (pemerintah dan organisasi bisnis legal) belum banyak menyentuh persoalan inti usaha mikro-kecil kota ini.
Anda tentu memiliki banyak saran dan tips untuk mereka yang ingin bergerak dalam kewirausahaan UMKM, bisa paparkan saran ataupun tips Anda?
Saya hanya ingin menyampaikan kepada teman-teman yang bergerak di kewirausahaan UMKM, teruslah bergerak dan temukan posisi terbaik kita bersama di dalam pasar. Jika memang sudah memiliki sebuah kemapanan tertentu, ayolah mulai berbagi untuk kemanfaatan lingkungan sekitar. Bermanfaat bagi lingkungan tidak harus menunggu kita menjadi besar atau kaya terlebih dahulu, tetapi lakukan sekarang juga mulai dari hal kecil yang bisa kita lakukan. Apa yang kita lakukan, itulah yang akan kita terima nantinya!
Apa saja manfaat komunitas bagi perkembangan usaha mereka yang bergabung dalam sebuah komunitas wirausaha?
Bagi saya, komunitas adalah medium pengungkit yang paling ampuh untuk mempercepat bisnis kita mencapai posisi terbaik. Saya sendiri adalah pegiat berbagai komunitas kewirausahaan di Semarang. Saya dan teman-teman yang saya dampingi dalam JRU mengembangkan usaha kami melalui komunitas yang kami bentuk, kami rawat, atau kami kembangkan bersama. Beberapa di antaranya adalah JRU, Senity, dan Forum Wedangan. Saya sudah berulang kali berbicara dalam berbagai forum, aktiflah di berbagai komunitas niscaya kita bersama akan mendapatkan sebuah momentum luar biasa untuk mengembangkan bisnis kita.
Filed under: Bisnis
[...] Mas Ilik Sas dari JRU yang mengagas kegiatan ini rupanya ingin mengembangkan minat anak-anak dan remaja disekitar pameran untuk menciptakan ide untuk cita-cita mereka di masa depan. [...]
[...] Mas Ilik Sas dari JRU yang mengagas kegiatan ini rupanya ingin mengembangkan minat anak-anak dan remaja disekitar pameran untuk menciptakan ide untuk cita-cita mereka di masa depan. [...]