Awalnya Nurista Budi Utami atau biasa dipanggil Rista memiliki hobby mengutak-atik gambar, ilustrasi, dan mengagumi desain-desain yang bagus. Seiring berjalannya waktu ketertarikan cewek kelahiran Semarang 24 tahun yang lalu ini terhadap dunia desain grafis tidak berubah. Ketertarikan itu pula yang menuntun gadis berkulit putih ini untuk mengambil sekolah di jurusan desain grafis.
Rista bisa jadi termasuk salah satu generasi graphic designer yang lahir di era digital. Sebuah generasi dengan tingkat lompatan yang tinggi ketertarikannya terhadap desain grafis, karena mudah dan menariknya proses desain dengan menggunakan software- software komputer. Di saat bersamaan itu pula, kebutuhan pasar akan produk desain juga meningkat pesat. Maka jadilah graphic designer profesi baru yang banyak diinginkan generasi muda sekarang ini.
Sekarang hampir di semua kota besar di Indonesia telah ada pendidikan desain grafis, baik itu hanya kursus-kursus, workshop, ataupun pembukaan jurusan Desain Komunikasi Visual di perguruan tinggi. Tentunya termasuk di Semarang, kita yang berminat dengan dunia desain grafis bisa dengan mudah mencari tempat untuk menuntut ilmu.
“Kalau menurut saya, perkembangan desain grafis di Semarang cukup pesat. Mungkin dulu desain grafis hanya dipandang sebelah mata, bahkan tidak banyak orang berminat di bidang tersebut. Tapi sekarang tidak sedikit orang ingin mempelajari desain grafis, bahkan banyak perusahaan mencari SDM yang mempunyai skill di bidang desain grafis. Makanya tak jarang pula universitas dan sekolah yang membuka kelas desain grafis. Kualitas desain grafis di Semarang pun tak kalah bagus dibandingkan kota-kota besar lainnya, seperti Bandung, Jakarta, dan Yogjakarta,” jelas Rista.
Meski berkembang cukup pesat di Semarang, namun interaksi antar graphic designer tampaknya masih kurang. Padahal dengan sering berinteraksi dengan sesama graphic designer bisa jadi tukar menukar informasi seputar dunia desain grafis akan lebih bisa lebih intensif. Bukan itu saja dengan berkumpul dengan orang-orang sehobby dan seprofesi tentu banyak hal bermanfaat yang bisa dikerjakan bersama.
“Mungkin komunitas graphic designer di Semarang sudah ada, hanya saja tidak banyak orang mengenal karena komunitasnya sangat kecil. Jadi tidak terexpose oleh media. Sah-sah saja mendirikan komunitas graphic designer di Semarang, bahkan sangat perlu. Selain untuk memberikan wadah bagi para graphic designer, dapat juga meningkatkan kreatifitas dengan saling sharing dan berbagi ilmu. Sehingga bisa menjadi inspirasi design yang lebih Fresh,” papar Rista yang setiap harinya bekerja sebagai graphic designer di salah satu majalah cewek di Semarang.
Untuk membikin komunitas graphic designer ada baiknya para graphic designer di Semarang belajar dari kota-kota lain yang komunitasnya sudah berjalan. Yogyakarta misalnya, di kota ini ada beberapa komunitas graphic designer yang telah memiliki kegiatan yang berkelanjutan, salah satunya adalah JogjaForce(JF).
“JogjaForce adalah sebuah komunitas pencinta digitalart yang tumbuh di kota Jogjakarta pada pertengahan tahun 2004, JF sendiri sebagian besar adalah anggota dari godote.com forum yang sekarang sudah berubah menjadi massivelab.com. Pada awal pendiriannya JF hanya terdiri dari beberapa orang saja, tetapi lambat laun komunitas ini sudah berkembang memiliki kurang lebih 20 orang,” papar Zulkifli Sitorus, ketua JogjaForce.
JF hadir dan ada untuk menampung keberadaan designer-designer yang mengekplorasi dunia digital tersebut. Keanggotaan JF sendiri sanggatlah fleksibel, siapa saja yang intenst dengan dunia digitalart dan visual khususnya dapat bergabung dengan JF.
Para anggota JF sebagian besar adalah karyawan di Ad Agency, Graphic Design Studio, Web Development, dan Freelancer yang berdomisili di Jogjakarta.
”Visi dan misi JF sendiri adalah mencoba untuk membangkitkan digital art di Jogjakarta serta sebagai salah satu tempat saling menimba ilmu dan pengalaman seputar design maupun di luar hal yang berkaitan dengan design. Kedepannya JF ingin mewujudkan bahwa digitalart suatu yang patut diperhatikan dan memberi pengaruh positif bagi kehidupan masyarakat,” tambah Zulkifli.
Beberapa event sudah pernah diikuti oleh JF, baik yang dilakukan oleh JF sendiri maupun yang bersifat kerjasama. Mulai yang lokal Jogja, nasional, hingga yang bertaraf Internasional. Seperti, Black Urban Art 2007, Yogyakarta-Bandung-Surabaya-Jakarta, Visual Kuliner 2007, Jogjakarta, dan Creative Sharing UAD 2007, Universitas Ahmad Dahlan , Jogjakarta.
Filed under: GAYA HIDUP
salam kena dari saya
dan dari teman2 di JogjaForce
sekedar info-nih besok tanggal 20 april 2008 Jogjaforce akan mengadakan seminar dan creative share di kampus UII Jogjakarta.
#Zul: Terimakasih untuk infonya
ikut gabung nih, salam knl jg.
Bagi2 infonya untuk ttg perkembangan desain di jogja and semarang bro! coz mgkn mo hijrah nih ke Semarang. http://www.desainartistik@yahoo.com.sg
Thanks
join yach.. numpang nanya.. aku suka desain2 gambar.. ampe sekarang desain2ku udah seabrek, ga tw mau diapain.. kasi info yach.. info apa aja dech.. biar aku punya tujuan kalo lg ngedesain gambar.. thanx!!.. lam kenal smua..
oya.. kirim ke sabda_riesa@yahoo.com
Boleh juga tuh komunnitas desain grafis untuk semarang.
yah mungkin masih pada malu om..
kaya aku ini kan baru pemula malu…klo ketemu ma master desgraph.
Pengennya sh menimba ilmu dari mereka.
boleh gabung ya…
cebinpow_58@yahoo.co.id
saya hartoto, lulusan s1 komunikasi univ. bung karno jakarta saya bisa corel draw dan photo shop.
mohon info kl ada lowongan desain grafis.
tq
butuh pekerjaan….!!!!
bisa corell draw, photoshop.
video editing: sony vegas, ulead, Pinnacle, avid.
perawatan komputer..
phone : 0856.9209.2708
(021) 994.64.285
thanks be4…
weleh kuwi kan desainere olga
Saya juga tukang layout dari semarang, dulu dari simpan5
dimana markas komunitas desain grafis anak semarang?..gw mo gabung..
thx before..
kalo ada lowongan tentang grafis maudong
bisa corel photoshop
skalian kasih tau kepada luar bahwa semarang juga punya seni…….