Tren Motor Streetfighter, Nyaman Untuk Touring

Tren sepeda motor Streetfighter beberapa tahun belakangan ini sedang digemari para pecinta modifikasi. Gaya Streetfighter ini mulai in dan menggantikan model sport sejak tahun 2007. Tipe motor ini dapat dilihat dari bagian suspensi, velg, dan roda (kaki-kaki) yang serba besar. Bedanya dengan motor sport ada pada fairing yang dihilangkan serta mempertontonkan bagian rangka dan mesin yang kokoh.

Beberapa produsen motor besar seperti Ducati, Yamaha, atau Honda masing-masing mengeluarkan tipe Streetfighter tersendiri. Tentu tipe yang dimaksud adalah yang ber cc besar atau biasa disebut motor gede (moge). Namun bukan berarti motor ber-cc kecil yang biasa berlalu lalang di jalanan Indonesia tak bisa “disulap” menjadi Streetfifgter.

Motor tersebut biasanya dimodifikasi menjadi bergaya Streetfighter oleh pemiliknya. Menurut Suyatno, perancang modifikasi dari Dewi Motor Jl. MT Haryono Semarang, umumnya yang dimodif adalah motor sport seperti Honda Tiger, Honda Mega Pro, Yamaha Scorpio, atau Yamaha Vi Xion. “Acuannya biasanya motor Ducati. Bagian pertama yang harus dirubah adalah pengantian ban dan velg menjadi super lebar,” ujarnya.

Setelah ban dan velg, suspensi pun harus menyesuaikan. Peredam kejut bawaan pabrik yang berukuran kecil jelas harus pensiun. Sebagai gantinya, bengkel atau modifikator banyak menggunakan suspensi bekas (limbah) milik moge. “Limbah ini banyak didapat dari Singapura. Ambilnya dari Jakarta. Modelnya ada yang up-side down, lebih keren,” kata pria berambut keriting ini.

Setelah itu, giliran cakram rem berdiameter besar dipasang menggantikan yang lama. Ini dilakukan agar perangkat pengereman depan belakang tersebut menjadi cocok dengan velg dan ban besar. Knalpot pun diganti dengan yang sesuai. Sementara tangki dan bodi bisa mempertahankan bentuk asli. Walaupun ada juga yang tak puas lalu memilih membentuk bodi sendiri. Agar lebih cakep, setang juga diganti yang model lebar.

Suyatno menuturkan pemilik motor biasanya mengutamakan performance luar motornya. Sedangkan mesin hanya cukup dikorek standar saja. Pengerjaan modifikasi ini rata-rata memakan waktu 1 minggu. “Biayanya sekitar Rp 13 – Rp. 15 juta,” jelasnya. Tren modif ini banyak juga disukai oleh anggota klub motor yang senang turing. Karena posisi setang yang lebar membuat badan pengendara tetap nyaman meski melakukan perjalanan jauh.

One Response to “Tren Motor Streetfighter, Nyaman Untuk Touring”

  1. gud

Leave a Reply